Masjid NURUL ANWAR

Maju Bersama Dalam Ilmu dan Amal

Category Archives: Tarbiyah

Keutamaan Sepuluh Hari Pertama Bulan Dzulhijjah


Artikel ini bersumber dari www.kajianislam.net

Penulis: Ustadz Abdullah Shaleh Hadrami

 

1. Allah Ta’aala berfirman:

وَالْفَجْرِ (1) وَلَيَالٍ عَشْرٍ (2)

“Demi Fajar, dan malam-malam yang sepuluh.”  (QS. Al Fajr: 1-2)

Ibnu Katsir –Rahimahullah berkata: “ Yang dimaksud adalah sepuluh hari (pertama) bulan Dzul Hijjah”. Sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Abbas, Ibnu Az-Zubair, Mujahid dan tidak sedikit daripada Salaf dan Khalaf.

2. Allah Ta’aala berfirman:

وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ

 

 “…dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari  yang telah ditentukan” (QS. Al Hajj: 28).

Ibnu Abbas –Radhialahu ‘Anhuma berkata: “ (Yang dimaksud adalah) sepuluh hari pertama (bulan Dzul Hijjah) “.

 3. Dari Ibnu Abbas –Radhiallahu ‘Anhuma beliau berkata: Rasulullah –Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda:

“ما من أيام العمل الصالح أحب إلى الله فيهن من هذه الأيام” -يعني عشر ذي الحجة -قالوا: ولا الجهاد في سبيل الله؟ قال: “ولا الجهاد في سبيل الله، إلا رجلا خرج بنفسه وماله، ثم لم يرجع من ذلك بشيء” [رواه البخاري]

“Tidak ada hari dimana amal sholeh pada saat itu lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini,  yaitu sepuluh hari pertama bulan Dzul Hijjah. mereka (para sahabat) bertanya : Tidak juga jihad fi sabilillah (lebih utama dari itu) ?, beliau bersabda:  Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali seseorang yang keluar berjihad dengan jiwanya dan hartanya dan tidak kembali  dengan sesuatupun. (HR. Bukhari).

4. Dari Ibnu Umar –Radhiallahu ‘Anhuma berkata, Rasulullah–Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda:

“Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan tidak ada amal perbuatan yang lebih dicintai Allah selain pada sepuluh hari itu. Maka perbanyaklah pada hari-hari tersebut Tahlil, Takbir dan Tahmid “ (HR. Imam Ahmad dan Ath-Thabrani dalam Mu’jam Al Kabir)

 

5. Sa’id bin Jubair –Rahimahullahdan beliau adalah yang meriwayatkan hadits Ibnu Abbas –Radhiallahu ‘Anhuma (poin 3) , jika telah datang sepuluh hari pertama bulan Dzul Hijjah beliau (Sa’id bin Jubair –Rahimahullah) sangat bersungguh-sungguh (dalam beribadah dan beramal saleh) hingga hampir saja dia tidak kuasa (melaksanakannya) “ (Riwayat Ad-Darimi dengan sanad hasan)

6. Para Ulama –Rahimahumullah menyatakan: “ Sepuluh hari pertama bulan Dzul Hijjah adalah hari-hari yang paling utama, sedangkan sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan adalah malam-malam yang paling utama ”.

7. Ibnu Hajar –Rahimahullah berkata dalam kitabnya Fathul Baari: “ Tampaknya sebab mengapa sepuluh hari pertama bulan Dzul Hijjah diistimewakan adalah karena pada hari-hari tersebut merupakan waktu berkumpulnya ibadah-ibadah utama; yaitu shalat, shaum, shadaqah dan haji dan tidak ada seperti itu pada waktu lainnya.”

MACAM – MACAM AMALAN YANG DISYARIATKAN :

1. Melaksanakan Ibadah Haji Dan Umrah

2. Berpuasa Selama Hari-Hari Tersebut Atau Pada Sebagiannya, Terutama Pada  Hari Arafah

Diriwayatkan dari Abu Qatadah bahwa Rasulullah –Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda :“Berpuasa pada hari Arafah melebur dosa-dosa setahun sebelum dan sesudahnya.”(HR. Muslim).

Dari Hunaidah bin Kholid dari isterinya, dari sebagian isteri-isteri Rasulullah –Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam, dia berkata: “Adalah Rasulullah –Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam berpuasa pada sembilan (hari pertama) bulan  Dzul Hijjah, hari ‘Asyura (sepuluh Muharram) dan tiga hari setiap bulan.”(HR. Ahmad, Abu Daud dan Nasa’i).

Imam Nawawi –rahimahullah berkata tentang puasa sembilan hari pertama bulan Dzul Hijjah : “Sangat di sunnahkan.”

 

3. Disyariatkan Pada Hari-hari Itu Takbir Muthlak dan Muqoyyad

Takbir muthlak dilakukan pada setiap saat, siang ataupun malam sampai Matahari terbenam akhir hari Tasyriq (13 Dzul Hijjah) .

Disyariatkan pula takbir muqayyad, yaitu yang dilakukan setiap selesai sholat fardhu dari sejak pagi hari ‘Arafah setelah shalat Subuh (9 Dzul Hijjah) sampai shalat Ashar akhir hari Tasyriq (13 Dzul Hijjah).

Imam Bukhari menuturkan bahwa Ibnu Umar dan Abu Hurairah –Radhiallahu ‘Anhum keluar ke pasar pada hari-hari sepuluh  (sepuluh hari pertama) dalam bulan Dzul Hijjah seraya mengumandangkan takbir lalu orang-orang pun mengikuti takbirnya.

4. Taubat Serta Meninggalkan Segala Maksiat Dan Dosa, Sehingga Akan Mendapatkan Ampunan Dan Rahmat Allah.

5. Memperbanyak Beramal Shalih.

6. Berkurban Pada Hari Raya Qurban Dan Hari-hari Tasyriq.

7. Melaksanakan Shalat Idul Adha dan Mendengarkan Khutbahnya Dll.

Puisi Religi: Sebuah Penyesalan


Waktu kecil cita-citaku ingin merubah dunia

Disaat dewasa aku kecewa karena aku belum mampu berbuat apa-apa

Kemudian kupersempit cita-citaku untuk merubah negeriku saja

Disaat tua lagi-lagi aku kecewa karena itupun aku tak bisa

Kemudian kupersempit lagi cita-citaku untuk merubah keluargaku saja

Di saat usia sungguh akupun kecewa karena itupun sia-sia

Akhirnya kuputuskan untuk merubah diriku saja

Tapi…. Kini aku sedang terbaring meregang nyawa

Seandainya dulu aku putuskan merubah diriku

Mungkin keluargaku akan ikut bersamaku

Tak mustahil dengan dorongan motivasi keluargaku

Akupun akan mampu merubah negeriku,

Bahkan mungkin duniapun akan mengenalku…….

*)Sumber/pengarang: tidak diketahui

Tags: ,

Keutamaan Menuntut Ilmu Pengetahuan


Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin, Ashalatu wassalamu ‘Ala asrafil ambiyai walmursalin, sayyidina Muhammadin wa’alaa ‘alihi wa’ashabihi ajma’in amma ba’du.

Sebelum saya bertausiyah, saya punya lagu nih… Bulatkan niat Kuatkan Taqwa Jauhkan maksiyat Bertawadhu selamanya Hormati gurumu Gunakan waktumu Panjatkanlah doa Yang terakhir tawakkal-Nya Ilmu itu suci cahaya Illahi Jagalah hati agar slalu suci Galilah ilmumu sampai ke akarnya Dari buaianmu sampai akhirat-Nya Janganlah pernah dungu akan karunia-Nya Amalkan semua ilmu jadi orang yang berguna (Lirik lagu: Kunci Ilmu by Ansyada) Teman-teman….. Allah SWT dalam Al-Qur’an berfirman yang artinya:

Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. (Q.S. Al-Mujadalah: 11)

Dari ayat tersebut diatas teman-teman, kita bisa mengambil pelajaran, bahwa orang yang memiliki ilmu pengetahuan dan orang yang beriman kepada Allah SWT derajatnya lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang buta ilmu pengetahuan, serta orang kafir – yang tidak yakin dan percaya dengan Allah SWT.

Oleh karena itu teman-teman, kita harus terus menerus menuntut ilmu, baik itu IPA, IPS, Matematika, Bahasa, lebih-lebih Ilmu Agama seperti yang kita pelajari di TPQ ‘Ibadurrahman sekarang ini.

Sebab apa teman-teman? Sebab kita harus meraih dua macam kebahagiaan, yaitu kebahagiaan di dunia, juga kebahagiaan di akhirat. Bahkan teman-teman, kebahagiaan yang paling hakiki itu adalah kebahagiaan di akhirat. Mengapa? Sebab disanalah kita akan hidup kekal selama-lamanya. Sedangkan hidup di dunia ini hanya sementara, tidak akan kekal, tidak akan abadi, tidak akan lama.

Makanya teman-teman, yuk kita tuntut ilmu dengan sungguh-sungguh. Gimana ya caranya? Nih, saya punya tips buat teman-teman:

  1. Perhatikan baik-baik apa yang diajarkan oleh para guru, ustadz dan ustadzah kita, jangan main-main dan jangan ngobrol sendiri.
  2. Rajin-rajinlah baca buku. Jangan gunakan semua waktu kita untuk main-main saja, sisakan juga dong buat belajar sendiri di rumah.
  3. Jangan malu atau malas bertanya kepada para ustadz, para ustadzah, atau kepada orang tua kita kalau kita belum paham.

Nah teman-teman… Hanya itu tausiyah dari saya, semoga ada manfaatnya bagi kita semua, amin ya rabbal ‘alamin.

Teman-teman…. Ada penyu jalannya lambat Tapi akhirnya dia sampai dengan selamat Menuntut ilmu emang berat Tapi kita harus tetap semangat! Wabillahittaufiq wal hidayah Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Tags: ,

Kasih Rasulullah S.A.W Kepada Anak-anak


Ceramah Singkat Da’i Cilik

Alhmadulillahi rabbil ‘alamin, assholatu wassalamu ‘ala asrafil anbiyai wal mursalin, wa ‘ala alihi wa’ashabihi ajma’in, ‘amma ba’du.
Bapak, ibu, dan teman-teman yang Insya Allah dirahmati-Nya…
Nabi kita tercinta, Muhammad S.A.W. dilahirkan pada tanggal 12 Rabiul Awal tahun gajah, dalam keadaan yatim, tanpa ayah. Beliau adalah penutup para nabi dan rasul, dan tidak akan ada lagi nabi dan rasul setelah beliau. Maka jangan percaya, jika ada orang di zaman ini yang mengaku sebagai nabi, sebab semua itu: Dusta!!!
Hadirin yang saya hormati….
Rasulullah S.A.W adalah insan yang mulia, yang baik akhlaknya. Beliau adalah ‘USWATUN HASANAH’ suri tauladan yang harus kita contoh. Allah SWT berfirman yang bunyinya:
"Laqod kaana lakum fi rasulillahi uswatun hasanah…."
Artinya    :    Sesungguhnya dalam diri rasulullah terdapat suri tauladan yang baik bagimu…..

Nah… salah satu sifat Rasulullah yang wajib kita contoh yaitu sifat kasih dan sayangnya pada anak-anak. Rasulullah sangat suka pada anak-anak, begitu juga anak-anak suka dengan Rasulullah S.A.W. Seperti dikisahkan bahwa setiap kali Rasulullah bertemu dengan anak-anak, Rasulullah akan mengusap kepala dan mendoakan mereka. Itulah bukti betapa kasihnya Rasulullah pada anak-anak.

Pernah juga suatu ketika Rasulullah menemukan seorang anak yang sedang bersedih karena tidak bias merayakan Idul Fitri bersama kedua orang tuanya, sementara dia menyaksikan anak-anak lain bergembira ria menyambut hari raya. Kemudian Rasulullah dengan penuh kasih sayang menghibur anak itu, bahkan Rasulullahpun menjadikan anak itu sebagai anak angkatnya. Dan akhirnya anak itupun bergembira ria menyambut hari raya.
Hadirin yang berbahagia…
Itulah contoh-contoh betapa Rasulullah sangat menyayangi dan mengasihi anak-anak. Dan masih banyak sifat Rasulullah yang terpuji. Namun sayang waktu kita sangat terbatas. Akhirnya, saya ingin berpesan: Kasihilah anak-anak sebagaimana Rasulullah mengasihi mereka.
Penonton…..
Pak Ahmad pergi ke selatan
Menanam ketan di sawah sendiri
Nabi Muhammad adalah manusia pilihan
Jadi panutan kita semua disini
Wabillahit taufiq wal hidayah,

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Tags: ,

Bacaan Utama Bagi Seorang Muslim


Apakah anda seorang muslim? Jika ya, buku atau kitab apa yang paling sering anda baca? Apakah buku teks pelajaran,  novel, cerpen, buku agama, ataukah Al-Qur’an? Jika jawabannya Al-Qur’an, maka saya turut bahagia, sebab Insya Allah kebiasaan anda membaca Qur’an tercatat sebagai amal shalih yang akan mengantar anda ke dalam syurga-Nya. Tapi jika jawabannya tidak, maka kewajiban saya sebagai sesama muslim untuk mengingatkan anda, agar senantiasa  membaca Al-Qur’an, di setiap kesempatan. Sebab apa? Sebab bagi muslimin dan muslimat, bacaan yang paling utama adalah Al-Qur’an. Al-Qur’an merupakan kitab yang paling mulia bagi kita umat Islam. Al-Qur’an merupakan sumber ilmu pengetahuan, sejarah, adab pergaulan, dan lain-lain. Disamping itu, membaca Al-Qur’an tidak hanya mendatangkan berkah ilmu pengetahuan, namun juga mendatangkan pahala bagi siapa saja yang membacanya dengan ikhlas lillahi ta’ala. Oleh karena mulianya Al-Qur’an, maka sudah sepantasnyalah kita mengetahui dan memahami beberapa hal yang terkait dengan Al-Quran, agar keimanan kita semakin bertambah, dan keyakinan kitapun semakin kuat. Untuk itu, semoga tulisan berikut memberikan faedah bagi kita sekalian, amin.

A.     PENGERTIAN KITAB SUCI AL-QUR’AN

Al-Qur’an adalah kalam Allah Swt yang merupakan mu’jizat yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Saw dan membacanya adalah ibadah. Menurut bahasa "Qur’an" berasal dari kata `Qaraa’ yang artinya bacaan. Sedang nama-nama Al-Qur’an yang lainnya adalah:

  • Kitabullah / Al-Kitab yang merupakan synonim kata Al-Qur’an
  • Al-Furqaan yang artinya pembeda
  • Az-Zikir yang artinya peringatan

Al-Qur’an adalah kitab suci yang ayat-ayatnya diturunkan secara berangsur angsur dan memakan waktu selama 22 tahun 2 bulan dan 22 hari. Al-Qur’an terdiri dari 30 Juz, 114 surat dan 6,236 ayat.

B.     KEUTAMAAN MEMBACA AL-QUR’AN

Membaca Al-Qur’an, baik mengetahui atau tidak mengetahui artinya adalah suatu ibadah, amal saleh dasn bisa memberikan manfaat bagi orang yang membacanya. Dalam suatu hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud ra, Nabi bersabda yang artinya: "Barang siapa yang membaca satu huruf dari Al-Qur’an maka baginya satu kebaikan dan kebaikan itu dilipat sepuluh kali, aku tidak mengatakan Alif Lam Mim satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf, dan Mim satu huruf." Sedangkan menurut Ali Bin Abi Thalib, pahala membaca Al-Qur’an adalah: Membaca Al-Qur’an dalam shalat akan mendapat 50 kebaikan bagi tiap huruf yang diucapkan. Membaca Qur’an diluar shalat dengan berwudhu akan mendapatkan 25 kebaikan bagi tiap huruf yang diucapkan. Membaca Qur’an diluar shalat tanpa berwudhu akan mendapatkan 10 kebaikan bagi tiap huruf yang diucapkan.

C.     KEUTAMAAN MENDENGARKAN BACAAN AL-QUR’AN

Sama dengan membaca Al-Qur’an, mendengarkan bacaan Al-Qur’an juga merupakan ibadah dan amalan yang mendapat pahala. Sebagian ulama mengatakan bahwa pahalanya sama dengan membaca Al-Qur’an. Firman Allah dalam surat Al-A’raaf ayat 204 yang artinya:

"Dan apabila dibaeakan Al-Qur’an, maka dengarkanlah (baik-baik) dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat".

Rahmat yang dimaksud adalah bahwa dengan membaca /mendengarkan bacaan Qur’an bisa memberikan beberapa manfaat, antara lain:

  • menghibur perasaan yang sedih
  • menenangkan jiwa yang sedang gelisah
  • melunakkan hati yang keras
  • bisa mendatangkan petunjuk

D.     BELAJAR DAN MENGAJARKAN AL-QUR’AN

Belajar dan mengajarkan Al-Qur’an adalah suatu kewajiban yang suci dan mulia. Nabi Muhammad Saw bersabda:

"Yang sebaik-baik kamu adalah orang yang mempelajari Qur’an dan mengajarkannya".

Tingkatan Belajar Al-Qur’an adalah: 1. Belajar membaca sampai baik dan lancar dengan mengikuti kaedah-kaedah yang berlaku dalam Qiraat dan Tajwid. 2. Belajar arti dan maksudnya sampai mengerti 3. Belajar menghafal di luar kepala

E.     ADAB MEMBACA AL-QUR’AN

Membaca Al-Qur’an tidak boleh di lakukan secara serampangan (sembarangan) seperti halnya kalau kita membaca koran, majalah atau komik. Al-Qur’an adalah sebuah kitab suci, sehingga membacanya harus dengan adab yang benar dan sopan. Adab-adab membaca Al-Qur’an yang harus dipedomani tersebut adalah:

  • Disunatkan sesudah berwudhu, dalam keadaan bersih, mengambil dan memegang Al-Qur’an sebaiknya dengan kedua belah tangan.
  • Ditempat yang bersih, tempat yang paling utama adalah di Masjid.
  • Disunatkan menghadap kiblat, khusyu’ dan tenang, serta berpakaian yang pantas.
  • Hendaknya membersihkan gigi terlebih dahulu, mulut tidak berisi makanan.
  • Membaca Taawwudz, yaitu kalimat `Auclzubillahi minassyaithanir rajiim.
  • Membaca Qur’an dengan tartil (baik dan benar)
  • Membaca Qur’an dengan suara yang bagus dan merdu.
  • Meresapkan arti dan maksudnya bagi yang tahu artinya.
  • Berniat ikhlas lillahi ta’ala.
  • Tidak berbicara, tertawa, bermain-main sebelum selesai.
Download dan sebarkan artikel ini, semoga bermanfaat…

Tags: , A

Adab Islami Sebelum Tidur


Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Adab islami sebelum tidur yang seharusnya tidak ditinggalkan oleh seorang muslim adalah sebagai berikut.

Pertama: Tidurlah dalam keadaan berwudhu.

Hal ini berdasarkan hadits Al Baro’ bin ‘Azib, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلاَةِ ، ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الأَيْمَنِ

Jika kamu mendatangi tempat tidurmu maka wudhulah seperti wudhu untuk shalat, lalu berbaringlah pada sisi kanan badanmu” (HR. Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710)

Kedua: Tidur berbaring pada sisi kanan.

Hal ini berdasarkan hadits di atas. Adapun manfaatnya sebagaimana disebutkan oleh Ibnul Qayyim, “Tidur berbaring pada sisi kanan dianjurkan dalam Islam agar seseorang tidak kesusahan untuk bangun shalat malam. Tidur pada sisi kanan lebih bermanfaat pada jantung. Sedangkan tidur pada sisi kiri berguna bagi badan (namun membuat seseorang semakin malas)” (Zaadul Ma’ad, 1/321-322).

Ketiga: Meniup kedua telapak tangan sambil membaca surat Al Ikhlash (qul huwallahu ahad), surat Al Falaq (qul a’udzu bi robbil falaq), dan surat An Naas (qul a’udzu bi robbinnaas), masing-masing sekali. Setelah itu mengusap kedua tangan tersebut ke wajah dan bagian tubuh yang dapat dijangkau. Hal ini dilakukan sebanyak tiga kali. Inilah yang dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana dikatakan oleh istrinya ‘Aisyah.

Dari ‘Aisyah, beliau radhiyallahu ‘anha berkata,

كَانَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ كُلَّ لَيْلَةٍ جَمَعَ كَفَّيْهِ ثُمَّ نَفَثَ فِيهِمَا فَقَرَأَ فِيهِمَا ( قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ) وَ ( قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ) وَ ( قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ) ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا مَا اسْتَطَاعَ مِنْ جَسَدِهِ يَبْدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأْسِهِ وَوَجْهِهِ وَمَا أَقْبَلَ مِنْ جَسَدِهِ يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ

Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika berada di tempat tidur di setiap malam, beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya lalu kedua telapak tangan tersebut ditiup dan dibacakan ’Qul huwallahu ahad’ (surat Al Ikhlash), ’Qul a’udzu birobbil falaq’ (surat Al Falaq) dan ’Qul a’udzu birobbin naas’ (surat An Naas). Kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangan tadi pada anggota tubuh yang mampu dijangkau dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan. Beliau melakukan yang demikian sebanyak tiga kali.” (HR. Bukhari no. 5017). Membaca Al Qur’an sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ini lebih menenangkan hati dan pikiran daripada sekedar mendengarkan alunan musik.

Keempat: Membaca ayat kursi sebelum tidur.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata,

وَكَّلَنِى رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – بِحِفْظِ زَكَاةِ رَمَضَانَ ، فَأَتَانِى آتٍ ، فَجَعَلَ يَحْثُو مِنَ الطَّعَامِ ، فَأَخَذْتُهُ فَقُلْتُ لأَرْفَعَنَّكَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – . فَذَكَرَ الْحَدِيثَ فَقَالَ إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِىِّ لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ اللَّهِ حَافِظٌ ، وَلاَ يَقْرَبُكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ . فَقَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « صَدَقَكَ وَهْوَ كَذُوبٌ ، ذَاكَ شَيْطَانٌ »

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menugaskan aku menjaga harta zakat Ramadhan kemudian ada orang yang datang mencuri makanan namun aku merebutnya kembali, lalu aku katakan, “Aku pasti akan mengadukan kamu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam“. Lalu Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menceritakan suatu hadits berkenaan masalah ini. Selanjutnya orang yang datang kepadanya tadi berkata, “Jika kamu hendak berbaring di atas tempat tidurmu, bacalah ayat Al Kursi karena dengannya kamu selalu dijaga oleh Allah Ta’ala dan syetan tidak akan dapat mendekatimu sampai pagi“. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Benar apa yang dikatakannya padahal dia itu pendusta. Dia itu syetan“. (HR. Bukhari no. 3275)

Kelima: Membaca do’a sebelum tidur “Bismika allahumma amuutu wa ahyaa”.

Dari Hudzaifah, ia berkata,

كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا أَرَادَ أَنْ يَنَامَ قَالَ « بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْيَا » . وَإِذَا اسْتَيْقَظَ مِنْ مَنَامِهِ قَالَ « الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا ، وَإِلَيْهِ النُّشُورُ »

Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam hendak tidur, beliau mengucapkan: ‘Bismika allahumma amuutu wa ahya (Dengan nama-Mu, Ya Allah aku mati dan aku hidup).’ Dan apabila bangun tidur, beliau mengucapkan: “Alhamdulillahilladzii ahyaana ba’da maa amatana wailaihi nusyur (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya lah tempat kembali).” (HR. Bukhari no. 6324)

Masih ada beberapa dzikir sebelum tidur lainnya yang tidak kami sebutkan dalam tulisan kali ini. Silakan menelaahnya di buku Hisnul Muslim, Syaikh Sa’id bin Wahf Al Qohthoni.

Keenam: Sebisa mungkin membiasakan tidur di awal malam (tidak sering begadang) jika tidak ada kepentingan yang bermanfaat.

Diriwayatkan dari Abi Barzah, beliau berkata,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَا

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat ‘Isya dan ngobrol-ngobrol setelahnya.” (HR. Bukhari no. 568)

Ibnu Baththol menjelaskan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak suka begadang setelah shalat ‘Isya karena beliau sangat ingin melaksanakan shalat malam dan khawatir jika sampai luput dari shalat shubuh berjama’ah. ‘Umar bin Al Khottob sampai-sampai pernah memukul orang yang begadang setelah shalat Isya, beliau mengatakan, “Apakah kalian sekarang begadang di awal malam, nanti di akhir malam tertidur lelap?!” (Syarh Al Bukhari, Ibnu Baththol, 3/278, Asy Syamilah)

Semoga kajian kita kali ini bisa kita amalkan. Hanya Allah yang beri taufik.

Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Panggang-Gunung Kidul, 10 Rajab 1431 H (23/06/2010)

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel www.muslim.or.id

Dzikir Ibadah yang Sangat Agung


Segala puji bagi Allah, Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa, Yang Maha Mulia lagi Maha Pengampun. Dzat yang menetapkan takdir dan mengatur segala urusan. Dzat yang mempergilirkan malam dan siang sebagai pelajaran bagi orang-orang yang memiliki hati dan pemahaman. Dzat yang menyadarkan sebagian makhluk dan memilihnya di antara orang pilihan-Nya dan kemudian Allah memasukkan dia ke dalam golongan orang-orang yang terbaik. Dzat yang memberikan taufik kepada orang yang Dia pilih di antara hamba-hamba-Nya kemudian Allah jadikan dia termasuk golongan al-Muqarrabin al-Abrar. Segala puji bagi-Nya yang telah memberikan pencerahan kepada orang yang dicintai-Nya sehingga membuat mereka untuk bersikap zuhud di alam kehidupan dunia ini, sehingga mereka bersungguh-sungguh untuk meraih ridha-Nya serta bersiap-siap untuk menyambut negeri yang kekal. Oleh sebab itu, mereka pun menjauhi perkara yang membuat-Nya murka dan menjauhkan diri dari ancaman siksa neraka. Mereka menundukkan dirinya dengan penuh kesungguhan dalam ketaatan kepada-Nya serta senantiasa berdzikir kepada-Nya pada waktu petang maupun pagi. Dzikir itu senantiasa mereka lakukan walaupun terjadi perubahan keadaan dan di setiap kesempatan; malam maupun siang hari. Oleh sebab itu, bersinarlah hati mereka dengan pancaran cahaya keimanan (lihat Mukadimah Al Adzkar, dalam Shahih Al Adzkar, hal. 11)


Saudaraku -semoga Allah menyinari hati kita dengan keimanan

Read more of this post

Hijrah Kepada Allah dan Rasul-Nya


 

Di dalam Risalah Tabukiyah, Imam Ibnul Qoyyim membagi hijrah menjadi 2 macam. Pertama, hijrah dengan hati menuju Alloh dan Rosul-Nya. Hijrah ini hukumnya fardhu ‘ain bagi setiap orang di setiap waktu. Macam yang kedua yaitu hijrah dengan badan dari negeri kafir menuju negeri Islam. Diantara kedua macam hijrah ini hijrah dengan hati kepada Alloh dan Rosul-Nya adalah yang paling pokok.

Hijrah Dengan Hati Kepada Alloh

Alloh berfirman, “Maka segeralah (berlari) kembali mentaati Alloh.” (Adz Dzariyaat: 50)

Inti hijrah kepada Alloh ialah dengan meninggalkan apa yang dibenci Alloh menuju apa yang dicintai-Nya. Rosulullohshollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seorang muslim ialah orang yang kaum muslimin lainnya selamat dari gangguan lisan dan tangannya. Dan seorang muhajir (orang yang berhijrah) adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Alloh.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Hijrah ini meliputi ‘dari’ dan ‘menuju’: Dari kecintaan kepada selain Alloh menuju kecintaan kepada-Nya, dari peribadahan kepada selain-Nya menuju peribadahan kepada-Nya, dari takut kepada selain Alloh menuju takut kepada-Nya. Dari berharap kepada selain Alloh menuju berharap kepada-Nya. Dari tawakal kepada selain Alloh menuju tawakal kepada-Nya. Dari berdo’a kepada selain Alloh menuju berdo’a kepada-Nya. Dari tunduk kepada selain Alloh menuju tunduk kepada-Nya. Inilah makna Alloh, “Maka segeralah kembali pada Alloh.” (Adz Dzariyaat: 50). Hijrah ini merupakan tuntutan syahadat Laa ilaha illalloh.

Hijrah Dengan Hati Kepada Rosululloh

Alloh berfirman, “Maka demi Robbmu (pada hakikatnya) mereka tidak beriman hingga mereka menjadikanmu sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan di dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” (An Nisaa’: 65)

Hijrah ini sangat berat. Orang yang menitinya dianggap orang yang asing diantara manusia sendirian walaupun tetangganya banyak. Dia meninggalkan seluruh pendapat manusia dan menjadikan Rosululloh sebagai hakim di dalam segala perkara yang diperselisihkan dalam seluruh perkara agama. Hijrah ini merupakan tuntutan syahadat Muhammad Rosululloh.

Pilihan Alloh dan Rosul-Nya itulah satu-satunya pilihan

Alloh berfirman, “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak pula bagi perempuan yang mukmin, apabila Alloh dan Rosul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka. Dan barang siapa yang mendurhakai Alloh dan Rosul-Nya maka sungguh dia telah sesat, sesat yang nyata.” (Al Ahzab: 36)

Dengan demikian seorang muslim yang menginginkan kecintaan Alloh dan Rosul-Nya tidak ragu-ragu bahkan merasa mantap meninggalkan segala perkara yang melalaikan dirinya dari mengingat Alloh. Dia rela meninggalkan pendapat kebanyakan manusia yang menyelisihi ketetapan Alloh dan Rosul-Nya walaupun harus dikucilkan manusia.

Seorang ulama’ salaf berkata, “Ikutilah jalan-jalan petunjuk dan janganlah sedih karena sedikitnya pengikutnya. Dan jauhilah jalan-jalan kesesatan dan janganlah gentar karena banyaknya orang-orang binasa (yang mengikuti mereka).

(Disadur dari majalah As Sunnah edisi 11/VI/1423 H)

***

Penulis: Abu Mushlih Ari Wahyudi
Artikel www.muslim.or.id

Re-published at https://masjidtemas.wordpress.com

Hikmah Membaca Bismillah Dan Takbir Ketika Menyembelih


 

Posted: 13 Nov 2010 06:13 AM PST

Sebuah tim dari para peneliti senior dan Profesor universitas di negeri Suriah sampai pada suatu penemuan ilmiah yang menunjukkan bahwa ada perbedaan besar dalam hal perkembangbiakan mikroba antara daging yang dibacakan takbir ketika disembelih dengan daging yang tidak dibacakan.
Tim medis yang terdiri dari 30 Profesor spesialis di berbagai bidang yang berbeda dalam ilmu kedokteran laboratorium, bakteri, virus, dan ilmu pengetahuan gizi dan kesehatan daging dan patologi anatomi, kesehatan hewan dan penyakit pada sistem pencernaan melakukan penelitian biologi dan anatomi selama tiga tahun. Penelitian itu untuk mempelajari perbedaan antara sembelihan yang dibacakan nama Allah (Bismillah) dan membandingkannya dengan sembelihan yang disembelih dengan cara yang sama, akan tetapi tanpa menyebut nama Allah (Bismillah) .

Dan penelitian tersebut telah menunjukkan pentingnya dan perlunya menyebutkan nama Allah (Bismillahi Allahu Akbar) ketika menyembelih binatang ternak dan burung. Dan hasil penelitian itu sungguh mengejutkan dan mengherankan dan yang digambarkan oleh anggota tim medis sebagai sebuah Mukjizat (keajaiban) yang tidak bisa digambarkan dan dikhayalkan. Penanggung jawab Humas dari penelitian ini yaitu Dr.Khalid Halawah berkata bahwa uji coba laboratorium membuktikan bahwa serat daging yang disembelih tanpa Bismillah dan Takbir selama tes uji serat dan perkembangbiakan bakteri ini penuh dengan kuman dan darah yang tertahan dalam daging, sementara daging yang disembelih dengan Bismillah dan Takbir benar-benar bebas dari bakteri dan steril tidak mengandung darah yang tersisa/tertahan. Dan Halawah mendeskripsikan dalam pembicaraannya kepada kantor berita Kuwait (KUNA) bahwa penemuan ini merupakan revolusi ilmiah besar di bidang kesehatan manusia dan keselamatannya yang terkait dengan kesehatan apa uang dia konsumsi berupa daging binatang ternak. Dan yang telah terbukti dengan secara pasti bahwa daging tersebut bersih dan steril dari kuman dengan membacakan Bismillah dan Takbir ketika menyembelihnuya.
Sementara itu, kata peneliti Abdul Qadir al-Dirani bahwa ketidaktahuan orang-orang di zaman kita terhadap Hikmah yang tersembunyi di balik penyebutan Bismillah ketika menyembelih menyebabkan manusia mengabaikan dan enggan untuk menyebutkan Bismillah dan Takbir ketika melakukan penyembelihan binatang ternak dan burung. Dia berkata:”Yang mendorong saya untuk mempersembahkan tema/pembahasan ini dalam gaya bahasa akademi yang ilmiah, yang membangun arti penting dan keseriusan persoalan ini masyarakat, adalah berdasarkan apa yang dijelaskan oleh Profesor Muhammad Amin Syaikhu dalam kajian beliau tentang al-Quran dan apa yang beliau sampaikan dan kami dengar bahwa daging sembelihan yang tidak disebutkan nama Allah (Bismillah) maka di dalamnya ada darah yang tersisa/tertahan serta tidak terbebas dari bakteri dan kuman.”
Dia menyebutkan bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memerintahkan manusia untuk membaca Bismillah ketika menyembelih binatang, Dia Yang Mahakuasa berfirman dalam Surat al-Anam:
“فكلوا مما ذكر اسم الله عليه ان كنتم باياته مؤمنين ” (ايه 118)
Maka makanlah binatang-binatang (yang halal) yang disebut nama Allah ketika menyembelihnya, jika kamu beriman kepada ayat-ayat-Nya.” (QS. Al-An’aam: 118)
Dia Yang Mahamulia berfirman:
“ولا تأكلوا مما لم يذكر اسم الله عليه وانه لفسق “
Dan janganlah kamu mamakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan…“ (QS. Al-An’aam: 121)
Dia juga berfirman:
وأنعام لايذكرون اسم الله عليها افتراء عليه” (ايه 138)
Dan binatang ternak yang mereka tidak menyebut nama Allah di waktu menyembelihnya, semata-mata membuat-buat kedustaan terhadap Allah. …“ (QS. Al-An’aam: 138)

(Sumber: Diterjemahkan dengan perubahan dari ” هل تعلمون لماذا نقول بسم الله والله اكبر على الذبائح؟ dari http://ejabat.google.com/ejabat/thread?tid=3c5628e170f34831 oleh www.alsofwah.or.id)
Publish: http://artikelassunnah.blogspot.com